<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Resellerbisnis dotcom &#187; reseller</title>
	<atom:link href="http://www.resellerbisnis.com/tag/reseller/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.resellerbisnis.com</link>
	<description>worldwide selling</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 00:33:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>RESELLER HALAL atau HARAM</title>
		<link>http://www.resellerbisnis.com/2010/02/14/reseller-halal-atau-haram/</link>
		<comments>http://www.resellerbisnis.com/2010/02/14/reseller-halal-atau-haram/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 10:57:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanief</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[reseller]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis reseller]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.resellerbisnis.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Sempat saya berpikir; tak perlulah memposting tulisan ini…mungkin bisa menjadi polemic yang tidak mengenakkan hati saya sendiri sehubungan saya juga menjalankan reseller. Jangan2 hanya membuat saya ragu dan setengah hati melakukan reseller. Padahal setiap sesuatu yang dijalankan setengah hati, anda tahu sendiri hasilnya seperti apa&#8230;
Namun setelah pikir2 perlu juga untuk mendaptkan tanggapan dari rekan2. Setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-149" title="free_1873460" src="http://www.resellerbisnis.com/wp-content/uploads/2010/02/free_18734601.jpg" alt="free_1873460" width="120" height="65" />Sempat saya berpikir; tak perlulah memposting tulisan ini…mungkin bisa menjadi polemic yang tidak mengenakkan hati saya sendiri sehubungan saya juga menjalankan <em>reseller</em>. Jangan2 hanya membuat saya ragu dan setengah hati melakukan <em>reseller</em>. Padahal setiap sesuatu yang dijalankan setengah hati, anda tahu sendiri hasilnya seperti apa&#8230;</p>
<p>Namun setelah pikir2 perlu juga untuk mendaptkan tanggapan dari rekan2. Setelah mendapat tanggapan dari rekan2, saya berharap makin mantap.</p>
<p>Mantap dengan metode ini atau mantap mendelete blog dengan tag line ‘reseller spesialist’ ini…</p>
<p>Reseller adalah menjual produk milik orang lain  setelah memiliki produk tersebut.<br />
Ada juga reseller yang tanpa harus  memiliki produk tersebut namun bisa menjual sering disebut free reseller. Ia hanya menjualkan produk orang lain.</p>
<p>Istilah yang gampang “makelar”.  Kira kira begitu…<br />
Kerennya affiliasi..<br />
Hanya berdasarkan ‘ndobos’ saja, bila ada produk yang terjual, maka ‘makelar’ tadi akan mendapatkan komisi sebagai imbal jasa merekomendasikan produk tersebut.</p>
<p>Oya, anda tahu ‘ndobos’ ?<span id="more-144"></span><br />
Ndobos arti yang negatip adalah omong2 kosong. Tetapi arti yang lebih luas sebenarnya adalah omong2 tentang segala hal, termasuk merekomendasikan satu hal atau satu produk kepada orang lain yang diajak bicara..</p>
<p>Tentu saja kalau di internet ya tidak omong2 lisan… tapi bisa saja berupa chat, email, review produk atau  bahkan hanya sekalimat iklan yang disertai link ke sebuah produk di internet seperti begini:</p>
<p><a href="http://www.rahasiablogging.com/?id=big1">klik di sini untuk mengetahui rahasia blog spektakuler</a><br />
Atau<br />
<a href="http://www.rahasiasearchengine.com/?id=searcheo">ingin tahu caranya agar blog anda no 1 di search engine google atau yahoo ? klik di sini</a></p>
<p>Kalau review produk contohnya  seperti ini, <a href="http://www.formulabisnis.com/?id=bigbang">tiga langkah bisnis menghasilkan uang di internet&#8230;</a></p>
<p>Review prooduk atau iklan singkat itulah mengajak orang membeli sebuah produk. Tentu saja anda tidak boleh bohong  dan tetap dalam koridor <a href="http://www.resellerbisnis.com/2009/08/03/etika-bisnis-reseller">etika reseller </a>dalam menjelaskan (mereview) sebuah produk)</p>
<p>Lalu apakah reseller halal atau haram ?</p>
<p>Tergantung…</p>
<p>1.    Tergantung pada produk apa yang anda rekomendasikan. Bila produknya haram ya menjualnya juga haram dong. Kalo pruduknya bohong2an (baca menipu, gadungan, merugikan pihak lain), ya jelas tidak halal.</p>
<p>Sebab itu,  bila anda seperti saya, menjalani lakon sebagai reseller, ya harus pilih pilih produk yang akan dijual ulang. Jangan sampai anda me-resell produk gadungan !</p>
<p>2.    Tergantung bagaimana cara anda merekomendasikan atau ‘mengiklankan’ produk.<br />
Bila cara anda mengiklankan dengan bumbu kalimat yang disertai kebohongan, maka cara itu menjadi tidak halal…</p>
<p>Begitulah, saya berkeyakinan reseller tetap satu metode yang netral. Sebagai alat ia bisa menjadi halal atau haram tergantung bagaimana menjalankan &#8216;alat&#8217; tersebut.</p>
<p>Atau anda punya pendapat atau argumen yang lain ? mohon sharing dikolom komentar…</p>
<p>salam,<br />
Ahmad Hanif<br />
Part timer e-marketer.</p>
<p>klik gambar, untuk mendapatkan E-book Rahasia Blog ( harga Rp.250 ribu)</p>
<p><a href="http://www.rahasiablogging.com/?id=big1"><img class="alignleft size-full wp-image-145" title="resellerbisnis11" src="http://www.resellerbisnis.com/wp-content/uploads/2010/02/resellerbisnis11.gif" alt="resellerbisnis11" width="59" height="66" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.resellerbisnis.com/2010/02/14/reseller-halal-atau-haram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ETIKA BISNIS RESELLER&#8230;</title>
		<link>http://www.resellerbisnis.com/2009/08/03/etika-bisnis-reseller/</link>
		<comments>http://www.resellerbisnis.com/2009/08/03/etika-bisnis-reseller/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 02:16:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hanief</dc:creator>
				<category><![CDATA[reseller]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.resellerbisnis.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Untuk ketentraman kemasyarakatan diperlukan pedoman yang mengatur tata kehidupan sosial kemasyarakatan. Pedoman tersebut berupa undang undang atau peraturan pemerintah. Ada juga hukum adat yang diakui masih digunakan di Indonesia.
Kesemuanya itu mengatur kehidupan legal formal dalam masyarakat kita sehingga tercipta ketentraman dan kedamaian dalam masyarakat.
Untuk ketentraman pribadi ada yang disebut dengan etika. Etika adalah ilmu tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-101" title="bisnis reseller" src="http://www.resellerbisnis.com/wp-content/uploads/2009/08/bisnis-reseller1.jpg" alt="bisnis reseller" width="120" height="109" />Untuk ketentraman kemasyarakatan diperlukan pedoman yang mengatur tata kehidupan sosial kemasyarakatan. Pedoman tersebut berupa undang undang atau peraturan pemerintah. Ada juga hukum adat yang diakui masih digunakan di Indonesia.</p>
<p>Kesemuanya itu mengatur kehidupan legal formal dalam masyarakat kita sehingga tercipta ketentraman dan kedamaian dalam masyarakat.</p>
<p>Untuk ketentraman pribadi ada yang disebut dengan etika. Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral(akhlak)</p>
<p>Bila seseorang melanggar etika maka akan terjadi konflik di dalam dirinya. Dengan kalimat lain,  konflik etika terjadi internal dalam diri seseorang.</p>
<p>Bila pelanggaran etika ini menyangkut orang lain dan timbul tuntutan dari pihak lain tersebut maka muncullah konflik etikolegal.<span id="more-100"></span><br />
Selama tidak diadukan pihak lain, pelanggaran etik tidak akan menjadi konflik legal (hukum), namun&#8230;apakah kita akan mengabaikan etika?</p>
<p>Seharusnya tidak bukan? karena etika inilah yang akan membingkai kebahagiaan kita. bila anda mengabaikan etika, anda akan dihakimi oleh hati nurani. perasaan bersalah akan menghantui anda&#8230;dan itu menjadi penghalang bagi kebahagiaan. Padahal kita menginginkan kebahagiaan bukan ?</p>
<p>Etika adalah penjaga ketentraman hati&#8230;</p>
<p>Sementara itu kesuksesan dalam dunia bisnis termasuk <em>reseller bisnis </em>sangat tergantung dengan kepercayaan. Dengan etika yang baik maka orang mudah percaya dan anda lebih mudah menggapai kesuksesan, sebaliknya tanpa etik atau memiliki etika yang buruk orang akan kehilangan kepercayaan dan bisnis akan gagal.</p>
<p>Sebab itulah dalam dunia bisnis apalagi di internet (dan bila kita ingin bahagia), menjaga etika yang baik menjadi sebuah keharusan&#8230;</p>
<p>Saya coba renungkan, setidaknya ada 6 etika apa saja yang mesti di miliki oleh seorang yang menjalankan bisnis reseller. Saya coba sharing dengan anda&#8230;</p>
<p>1. Tidak overklaim. Tidak melebih lebihkan produk <strong>reseller</strong>. bila reseller melakukan overklaim itu sudah merupakan &#8216;penipuan&#8217;. prospek yang bergabung akan kecewa. hal yang sering saya lihat di luaran sana&#8230;Jadi jangan mengecewakan calon member. jangan overclaim.</p>
<p>2. Melakukan follow up sewajarnya. tidak seperti sales yang telalu agresif dan membuat kita jengah (segan).</p>
<p>3. Tanamkan dalam hati keinginan untuk benar benar membantu prospek mendapatkan produk yang diperlukan. benar benar ingin membantu, bukan saja untuk kepentingan pribadi (bisa closing penjualan).</p>
<p>4. Beri produk yang berkualitas, bukan produk sal-asalan. Dengan demikian anda membantu prospek memperoleh barang yang dia butuhkan.</p>
<p>5. Walau kadang2 mereka perlu dorongan untuk memutuskan, beri waktu pada prospek untuk memutuskan. Tetapi bila follow up anda berlebihan mereka bisa jadi akan &#8216;takut&#8217; dan berpikir jangan2 ini penipuan? masih banyak orang yang belum memahami bagaimana e bisnis itu (btw, saya juga newbie..hick3x)</p>
<p>6. Tidak menjual di bawah harga banderol&#8230; karena persaingan seperti ini bisa merusak mekanisme pasar.(wah ini mungkin debatable, karena beberapa reseller ada yang beri &#8216;discount&#8217; = jual di bawah harga yang ditentukan).</p>
<p>Maybe, masih banyak etik yang harus dimiliki oleh seorang reseller. anda mau menambahkan ?</p>
<p>Sukses selalu,</p>
<p>Ahmad Hanif<br />
ResellerBisnis.com<br />
Lampung-Indonesia</p>
<p>====================================================</p>
<p><a href="http://www.rahasiablogging.com/?id=big1"><img class="alignnone size-full wp-image-102" title="book2" src="http://www.resellerbisnis.com/wp-content/uploads/2009/08/book2.gif" alt="book2" width="185" height="251" /></a></p>
<p><a href="http://www.rahasiablogging.com/?id=big1">klik di sini untuk mendapatkan rahasia blog spektakuler</a></p>
<p><a href="http://www.rahasiasearchengine.com/?id=searcheo"><br />
</a></p>
<p><a href="http://www.rahasiasearchengine.com/?id=searcheo">ingin tahu rahasia search engine ? klik di sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.resellerbisnis.com/2009/08/03/etika-bisnis-reseller/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
