Anda sering membaca di situs2 internet, orang bosan dengan mode resellerbisnis, karena harus promosi dan promosi lagi. sedang yang untung pemilik merchant, katanya…
coba anda buka google.co.id di halaman 1 dengan keyword reseller bisnis, anda pasti baca keluhan itu dalam tiga sampai empat situs.
Apakah memang begitu…?
Cari di halaman 1 google (saat saya publish post ini), apakah situs ini (resellerbisnis dotkom) mencerminkan kebosanan ?
Menurut saya keharusan berpromosi bukan saja bagi reseller saja. Tetapi juga bagi pemilik produk. Bayangkan anda memiliki sebuah produk. tentu saja anda juga harus berpromosi dan promosi lagi bila anda menginginkan produk anda dikenal orang dan laku.
Sedang bagi reseller, berpromosi dan promosi lagi merupakan konsekuensi dari metode bisnis yang dia pilih, dan nyatanya jadi reseller itu dipilih oleh sebagian besar orang di dunia online/ offline.
Di dunia offline, lihat toko retail dan warung2. sejatinya mereka juga reseller juga bukan..?
Hanya mereka sangat mengandalkan promosi yang dilakukan pemilik produk, dan menunggu prospek yang membeli di warung/ tokonya.
Di internet tentu saja kita tidak bisa mengandalkan promosi yang dilakukan pemilik produk/ merchant. karena kita hanya akan mendapatkan profit bila terjadi transaksi melalui link situs blog/ web milik kita atau URL reseller kita. Dengan demikian kita bukan saja mempromosikan produk tetapi juga harus mempromosikan situs/URL kita.
Resellerbisnis bisa menyenangkan, bisa membosankan-seperti juga semua model bisnis-.
Anda yang ‘malas’ promosi pakai saja PPC.Pay per click. anda bayar setiap ada yang melakukan klik apada iklan anda yang dipasang oleh jaringan pemasang iklan. anda tidak perlu membayar walau iklan anda ditampilkan sekian kali. bila iklan anda sering tampil tetapi jarang yang melakukan klik, anda perlu awas, jangan jangan iklan anda tidak menarik …?!
Anda bisa juga melakukan promosi manual pasang iklan di situs situs iklan gratis. memang melelahkan dan membosankan, seperti pertama kali saya lakukan resellerbisnis ini. saya pasang sendiri satu persatu- benar benar manual satu persatu- walau ditampilkan belum tentu iklan saya diklik orang. lagipula setiap 2-3 menit iklan saya bergeser ke bawah, digeser oleh iklan berikutnya yang dipasang oleh orang lain. makin tertumpuk di bawah makin kecil dilirik orang bukan..?
Akhirnya saya beralih ke PPC, lebih enjoy. selain ditampilkan di lebih banyak situs, hitung punya hitung biaya koneksi internet saat pasang iklan gratis sekitar 300 rupiah ( saya pake koneksi dengan modem HP/kartu seluler) tidak berbeda jauh dengan biaya PPC. Saya pilih harga klik di kisaran 400 rp.
Di sisi lain, saya berpikir ekonomi dunia maya (internet economic, online economic) akan terus bergerak dengan adanya situs pemasang iklan dan situs yang beriklan.
So, untuk ikut mendukung online economic (yang sudah super besar) dan motto resellerbisnis dotkom: reseller specialist, saya coba konsisten di jalur ini.
btw kalau sudah mantap pengin juga metode bisnis lain.
Ahmad Hanif
Lampung-Indonesia
MONETIZE BLOG ANDA atau INGIN BUAT BLOG POWERFULL ?
Tags: online economic, promosi, reseller bisnis

Nice blog ,,,, salam kenal mas
Promosi adalah Jantungnya Reseller
tq mas visitnrnya, nampaknya saya harus banyak belajar dari mas Chokey nih.
Artikel yang bagus dan menarik. Sangat menyenangkan membaca artikel-artikel anda
@Promosi; Terimakasih…
rencana q mau join advertiser/ publisher.
ya bener banget..
yang bikin males tuh promosinya..
saya punya ide bisnis super keren (bukan reseller) tapi sulit terlaksana karena belum mampu desain web, kira-kira jasa desain yang top markotop dimana? bisa bantu saya, kalau boleh kirimkan email yah
Ok thanks untuk tipsnya..
Memang kalau mau sukses bisnis reseller ini harus berani mengeluarkan modal.. Entah modal untuk beriklan maupun belajar lagi..
Biasa main PPC di mana mas? Kliksaya?
Ya mas. hitungan saya sederhana, saya pasang ppc dan saya dapat link member baru yang lebih dari biaya ppc. di kliksaya punya pak David ciang dan paneniklan. tapi tetap saya batasi budgetnya perbulan. kalau nggak wah ….(budget 1 bulan sering habis dalam 3-4 hari. Tapi yang gabung lumayan lah…)